yhhh

lement { } .creditpic { background: none repeat scroll 0% 0% #002654; width: 970px; margin: 0px auto; border-top: 1px dotted #111; } #bot-wrapper { word-wrap: break-word; } #outer-wrapper { text-align: left; font: 12px Arial,Tahoma,Helvetica,FreeSans,sans-serif; } body { color: #444; font: x-small Trebuchet MS; text-align: left; }

Kamis, 04 Februari 2016

TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES) IKATAN KELUARGA PELAJAR MAHASISWA KELIMUTU ( ipmmi)makassar

TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR (MUBES)
IKATAN KELUARGA PELAJAR MAHASISWA KELIMUTU
 (IKPMK) YOGYAKARTA

PERIODE ........./..............

BAB I
KETENTUAN UMUM
 Pasal 1
Forum ini bernama Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu yang kemudian disingkat MUBES IKPMK

Pasal 2
Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu dilaksanakan dalam bentuk persidangan.

BAB II
BENTUK PERSIDANGAN
Pasal 3
Bentuk persidangan Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu adalah sidang pleno.

BAB III

PESERTA
Pasal 4
1.      Peserta Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa kelimutu terdiri dari :
a.       Peserta penuh.
b.      Peserta pninjau.
2.      Yang dimaksud dengan :
a.       Peserta penuh adalah seluruh pelajar dan mahasiswa asal Ende yang menempuh pendidikan di Yogyakarta dan telah mendaftarkan diri pada panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu .
b.      Peserta peninjau adalah undangan yang hadir dalam Musyawarah Besar Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu.

BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA
Pasal 5
1.      Peserta penuh
a.       Peserta penuh memiliki hak bicara, hak memilih, dan hak dipilih.
b.      Peserta penuh wajib mematuhi Tata Tertib Persidangan.
c.       Peserta penuh wajib mengikuti agenda MUBES dari awal hingga akhir.
d.      Peserta penuh yang meninggalkan ruang persidangan harus seijin Ketua Sidang.
e.       Setiap pembicaraan harus melalui Ketua Sidang.
2.      Peserta peninjau
a.       Peserta peninjau memiliki hak bicara dan memberikan masukan.
b.      Peserta peninjau wajib memtuhi Tata Tertib Sidang.
c.       Peserta peninjau yang meninggalkan ruang persidangan harus seijin Ketua Sidang.
d.      Setiap pembicaraan harus melalui Ketua Sidang.
BAB V
SANKSI
Pasal 6
Peserta sidang yang melanggar Tata Tertib persidangan akan dikenakan sanksi, sanksi berupa teguran I, teguran II, dan selanjutnya dikeluarkan dari persidangan atas persetujuan forum.

BAB VI
AGENDA MUBES
  1.       Memilih dan menetapkan Pimpinan Sidang Tetap.
  2.      Mendengarkan dan membahas serta mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum Ikatan   Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu (IKPMK).
  3. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
4.      Menetapkan rekomendasi kerja kepengurusan organisasi satu periode kedepan.
5.      Memilih, mengangkat, dan menetapkan Ketua Umum, dan Wakil Ketua.

BAB VII
QUORUM
Pasal 8
1.      Setiap persidangan dianggap syah apabila diikuti oleh 2/3 dai jumlah peserta yang terdaftar pada Panitia Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kelimutu .
2.      Jika ayat 1 belum terpenuhi maka sidang ditunda 1 x 10 menit dan panitia mengusahakan agar peserta memenuhi quorum, kemudian sidang dianggap memenuhi quorum dan dilanjutkan.
3.      Keputusan dimbil berdasarkan musyawarah dan mufakat.
4.      Apabila musyawarah dan mufakat tidak tercapai maka akan dilakukan loby selama 10 menit.
5.      Apabila ayat 3 dan 4 belum terpenuhi maka akan diadakan pemungutan suara.
6.      Mekanisme pemungutan suara dserahkan kepada forum.
7.      Keputusan diambil dengan persetujan sekurang-kurangnya 2/3 dari peserta penuh yang mengikuti persidangan.


BAB VIII
MEKANISME PENGESAHAN
Pasal 9
1.      Pengesahan apabila palu telah dketuk oleh pimpinan sidang.
2.      Peninjauan kembali idak berlaku apabila ayat 1 telah terpenuhi.

Pasal 10
1.      Ketukan palu 3 kali untuk memulai atau mengakhiri sidang.
2.      Ketukan palu 2 kali untuk menunda sidang dan mencabut penundaan sidang.
3.      Ketukan palu 1kali untuk pengesahan keputusan.
4.      Ketukan palu lebih dari 3 kali untuk peringatan.



BAB IX
MACAM PEMILIHAN
Pasal 11
1.      Pemilihan pimpinan sidang tetap yang terdiri dari keua sidang, wakil ketua sidang, dan notulen sidang.
2.      Pemilihan Ketua Umum,  dan wakil Ketua IKPMK.

BAB X
MEKANISME PEMILIHAN
Pasal 12
1.      Mekanisme pemilihan pimpinan sidang tetap;
a.       Setiap peserta penuh yang hadir dalam persidangan berhak mengajukan satu nama sebagai bakal calon pimpinan sidang.
b.      Bakal calon akan sah apabila diusulkan minimal 5 suara.
c.       Calon yang mendapatkan suara terbanyak akan terpilih menjadi ketua sidang tetap. Calon dengan perolehan suara terbanyak kedua akan terpilih sebagai wakil ketua sidang tetap, dan calon dengan perolehan suara terbanyak ketiga akan terpilih sebagai notulen sidang.
2.      Mekanisme pemilihan Ketua Umum, dan Wakil Ketua IKPMK;
a.       Setiap peserta penuh yang hadir dalam persidangan berhak mengajukan satu nama sebagai bakal calon Ketua Umum.
b.      Bakal calon akan sah apabila diusulkan minimal 5 suara.
c.       Calon yang mendapatkan suara terbanyak akan terpilih menjadi Ketua Umum IKPMK. Calon dengan perolehan suara terbanyak kedua akan terpilih sebagai Wakil Ketua IKPMK.
BAB XI
PENUTUP
Pasal 13
Segala yang belum diatur dalam persidangan tata tertib ini akan diatur kemudian dalam persidangan. tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.


Ditetapkan         :
Tanggal              :
Jam                     :

Pimpinan Sidang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar